Portal Gaib dan Hantu Serdadu di Gua Jepang Sleman – Gelap, dingin, serta mengerikan. Terdapat sedikit rasa mual dikala merambah terowongan Jepang di Desa Sentonorejo, Dusun Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Wilayah Eksklusif Yogyakarta( DIY).
Portal Gaib dan Hantu Serdadu di Gua Jepang Sleman

Baca Juga : Kisah Misterius Kota Gaib Saranjana
ghostsstory – Gua Jepang itu terdapat di tebing batu yang memanjang dari utara ke selatan, mengarah ke arah barat. Terdapat 4 mulut gua yang berbanjar dari utara ke selatan. Atmosfer di luar gua lumayan sepi, tetapi tidak sangat mengerikan.
Tetapi untuk banyak orang indigo, tempat itu ialah posisi yang amat tidak aman serta amat mengerikan. Puluhan insan astral terkumpul di sana, ditambah lagi gerbang abnormal di situ.
Belukar buas di luar gua nampak menjuntai di atas pintu, memunculkan opini berhantu serta berumur. 2 kediaman pemberitahuan berdiri di dasar tumbuhan liat yang menjuntai.
“ Betul Allah sakit kepala ngeliatnya, mual serta terdapat gerbang abnormal di sana yang narik teteh buat masuk. Asli. Tempat ini amat mengerikan,” tutur seseorang indigo.
Siluman Naga di Pintu Depan
Rassa Shienta Azzahra, indigo itu, meningkatkan, lumayan banyak makhluk- makhluk abnormal mengerikan di sana. Di pintu depan misalnya, terdapat sejodoh siluman ular, ialah ular dragon bermata 3.
Sedangkan di sejauh bilik terowongan terdapat mayat- mayat yang dijejerkan dalam posisi berdiri.
Ada mayat-mayat yang dijajarin di dinding gua. Masuk dikit ke dalam ada banyak pocong dan jin-jin.
Kengerian di tempat itu bukan cuma hingga di sana. Rassa memandang terdapat banyak kepala yang dipenggal, yang berantakan di lantai, pula terdapat makam serta insan raksasa berbulu, ialah genderuwo.
“ Nah di dalamnya lagi terdapat gerbang abnormal. Teteh luang flashback ke era lalunya. Teteh memandang banyak romusha yang dicambuki, disiksa,” tutur Rassa lagi.
Ia pula berterus terang mengikuti suara ratapan, teriak kekhawatiran serta ratapan.“ Terdapat bui wanita, terdapat yang disiksa serta diperkosa. Terdapat makhluk halus geisha pula di situ. Bener- bener tak aman,” cakap Rassa.
Walaupun cuma lewat potret- potret yang dikirimkan, tetapi untuk seseorang indigo semacam Rassa, itu telah lumayan sanggup buat buatnya merasakan apa yang sempat terjalin di situ, tercantum mengenai terdapatnya gerbang abnormal yang berupaya menyedotnya.
“ Liat gerbang abnormal aja teteh serasa disedot masuk ke dalamnya. Gerbang abnormal itu umumnya hanya dapat narik indigo yang memiliki keahlian intradimensional, tak seluruh orang dapat ditariknya,” tutur Rassa lagi.
Dikala seseorang indigo terpikat masuk ke dalam gerbang abnormal, ia dapat alih ke format lain( format astral) ataupun dapat jadi ke era kemudian.
“ Kalau indi yang handal, ia dapat memastikan arah mana yang hendak dituju. Tetapi kalau pendatang baru bisa- bisa tak dapat kembali lagi,” tutur Rassa.
Lokasi Gua Cukup Tersembunyi
Terowongan Jepang itu terdapat di posisi yang lumayan tersembunyi. di perbukitan, dekat 13 km ke arah utara dari pusat Kota Yogyakarta, ataupun bisa ditempuh dalam durasi dekat 30 menit.
Daya tiap- tiap terowongan berbeda- beda, namun luas serta tingginya nyaris serupa. Luas serta besar tiap- tiap terowongan dekat 2 m.
Terowongan awal ataupun terowongan yang terdapat sangat utara mempunyai jauh kurang lebih 39 m. Atmosfer di dalamnya amat hitam. Apalagi senter handphone juga cuma sanggup sedikit menyinari. Terus menjadi ke akhir, atmosfer sesak serta dingin terus menjadi terasa, apalagi aroma amis juga lumayan terasa.
Jauh terowongan kedua dekat 17 m, sebaliknya terowongan ketiga panjangnya hamper serupa dengan terowongan awal, ialah dekat 39 m. Sebagian m dari mulut terowongan ketiga ada sebagian bantalan persebi jauh yang dibuat dari semen. Masyarakat dekat beriktikad kalau bantalan itu terbuat buat menaruh meriam katak supaya tidak karatan.
“ Niku alas bom. Kajenge ben mboten karaten.( Itu buat landasan bom. Tujuannya biar tidak karatan,” tutur Mardi, 64 tahun, seseorang masyarakat yang ditemu.
Tetapi berlainan dengan apa yang diamati oleh Rassa mengenai puluhan wujud jejadian di dalam terowongan itu, Mardi melaporkan masyarakat serupa sekali tidak sempat hadapi keadaan misterius, bagus berbentuk penampakan ataupun suara- suara abnormal dari terowongan itu.
“ Mboten wonten sing aing- aing.( Tidak terdapat yang aneh- aneh).”
Mardi menarangkan, dahulu terowongan itu lumayan banyak didatangi oleh turis. Tetapi semenjak endemi Covid- 19, tidak sering terdapat turis yang bertamu. Terlebih terowongan itu ditutup sedangkan dikala endemi, walaupun cuma berbentuk kediaman peringatan.
“ Tetapi saat ini telah dibuka. Kadangkala dipakai buat aktivitas, misalnya buat bimbingan Menwa serta lain- lain,” tutur Mardi meningkatkan.
Bagi penjelasan yang terdapat di depan terowongan, dituturkan kalau terowongan itu terbuat oleh angkatan Jepang buat menaruh amunisi mereka. Terowongan itu pula dipakai buat kebutuhan pengintaian serta penembakan. Perihal itu diidentifikasi dengan terdapatnya tower pengintaian.
Terowongan buat kebutuhan peralatan serta fasilitas gerombolan. Terowongan buat kebutuhan penyimpanan amunisi serta bunker pasukan
“ Terowongan Jepang yang terletak di desa Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman mungkin ialah salah satu cadangan baluarti pertahanan yang bermaksud buat melindungi keamanan sarana vital, ialah Alun- alun Melambung Maguwo( Adisutjipto),” begitu tercatat dalam penjelasan itu.
Ditambahkan kalau penentuan posisi ini mungkin diakibatkan posisi Desa Sentonorejo yang tidak sangat jauh dari Alun- alun Adisutjipto( dekat 10 kilometer) serta dibantu oleh kondisi geografi yang ialah wilayah perbukitan.
Terowongan ini bersumber pada data dari Ayah Atmosentono( salah seseorang romusha yang ikut serta dalam pembuatan terowongan) dipakai buat bangunan amunisi. Perihal ini bisa diamati dengan dibuatnya pintu di keempat lubang masuk yang dibuat dari baja.
Sedangkan seseorang wisatawan yang luang diwawancarai berterus terang merasakan aura yang lumayan mengerikan dikala awal kali merambah zona terowongan.
“ Iya Abang, dikala masuk suasananya langsung mengerikan gitu, sebab itu aku langsung pergi lagi, tidak berani masuk hingga sangat dalam, takutnya esok terdapat yang ngikutin,” tutur Dwi, 41 tahun.
Dwi berterus terang bukan seseorang indigo ataupun orang yang dapat memandang perihal abnormal, tetapi aura di tempat itu, baginya dapat dialami oleh seluruh orang. Tidak butuh indigo ataupun orang yang dapat memandang perihal abnormal.
“ Jika di sana aku percaya siapa juga dapat langsung merasakan gradasi mengerikan. Aku masuk saja langsung ketat napas. Tetapi betul kesimpulannya aku masuk lagi, tetapi tidak sangat jauh ke dalam.”